Sering kali kita mendengar ada orang bilang "saya sudah berusaha maksimal, sudah kerja sekeras-kerasnya. Sudah ibadah siang malam, sudah sodaqoh banyak sekali, tapi kenapa masih saja hidup tak berkecukupan, serba kekurangan, hutang masih disana sini. Lelah saya menjadi muslim yang baik katanya. Kuak demi kuak ternyata ada rahasianya kenapa ibadah yang dia lakukan justru malah membuat dia miskin bahkan malah lebih sejahtera yang ibadahnya biasa saja. Konon orang itu melakukan ibadah ada alasannya 1. Dia bekerja dengan alasan biar dapat uang banyak sehingga cara yang burukpun ia tempuh, bahkan sampai merugikan orang lain. Katakanlah orang tersebut jualan baju secara online. Baju yang ia pasarkan secara online bagus digambarnya, bahkan baju yang ia jual bahan kainnya ia tulis dari jenis kain yang bagus, tebal, halus, mahal dengan size yang ia tulis seperti size dari orang yang mau beli. Dengan spesifikasi yang menggiurkan maka pembeli akan merasa tertarik. Apalagi kualitas dikatakan bagus dan masuk kelas. Akirnya pembeli memutuskan untuk beli dan mentransfer uang seperti pada harga yang tertulis di dalam promosi. Setelah barang datang otomatis penasaran yang tak terhingga. Begitu dibuka, ternyata spesifikasi yang digembar gemborkan bagus tadi ternyata meleset dari yang dibayangkan oleh pembeli, yang notabene akirnya sangat kecewa pembeli tadi. Tanpa ia sengaja, keluar ucapan yang tidak baik dari pembeli"barang kayak gini dibilang bagus, barang kayak gini dibilang murah, apanya yang bagus apanya yang murah,dasar penipu". Kata-kata pembeli ini yang membuat rizki yang seharusnya kita terima secara berlimpah ternyata harus hilang ditelan kebodohan kita, kerakusan kita dan sifat suka menipu yang kita lakukan pada orang lain. Padahal kita tahu hal itu salah, tapi kenapa tetap saja kita lakukan hal yang salah tersebut.
Ibadahpun yang kita lakukan, sudah susah payah kita bangun pagi untuk ambil wudhu padahal airnya yang dingin dan melihat yang lain tidur membuat kita jadi iri, Sehingga di hati timbul rasa terpaksa dalam menjalankan ibadah. Rasa terpaksa inilah yang akirnya bisa menutup rizki kita yang tadinya oleh Allah akan dikirimkan pada kita akirnya allah mencancel rizki buat kita. Tak sedikit dari kita yang ibadahnya ternyata dibilang riya'. Maka kita harus menghindari hal ini agar perisai rizki kita tidak menjadi terhalang oleh perbuatan kita sendiri. Tak sedikit dari kita melakukan perbuatan yang terpuji karena merasa lebih baik dari orang lain atau semata-mata mengharap pujian dari orang yang melihatnya, dengan begitu maka runtuhlah ibadah yang kita bangun dengan susah payah.
Kadang orang bersifat pelit dengan harapan hartanya tidak habis, tapi ada juga orang yang suka berderma namun malah sama Allah SWT semakin ditambah rizkinya. Orang yang pelit hidupnya semakin tidak bahagia, kenapa tidak,oarang yang pelit pada dasarnya banyak uang tapi merasa enggan untuk mengeluarkan uangnya. Padahal uang yang harus ia keluarkan adalah untuk kebahagiannya sendiri bukan untuk orang lain. Kita melihat orang yang banyak uang malah tidak mau makan yang enak, enggan katanya nanti kalau uangnya untuk beli ikan maka uangnya akan cepat habis. Enggan membeli baju yang bagus karena takut nanti kalau beli baju yang bagus uangnya akan terkuras akirnya ia memakai baju yang murahan. Tapi disisi lain dalam perasaannya ia merasa merana, merasa tidak bahagia meliahat yang lain makan enak memakai baju yang bagus. Jadi oarang yang pelit kehidupannya akan merasa tidak bahagia.
Beda dengan orang yang berkecukupan tapi orang ini cukup bersahaja, ia akan membeli apa saja yang dia mau tapi tetap tidak meninggalkan kemampuan yang ia miliki, dengan begitu dia merasa puas dan merasa bahagia bisa membeli sepada dengan yang dibeli oleh orang lain. Dengan kita berbuat baik dan suka memberi pada sesama akan membuat kita memberikan kebahagiaan pada orang lain. Orang yang kita beri akan mendoakan kita. Maka terbukalah pintu rizki buat diri kita.
Kita melihat seseorang yang terbaring sakit, sesungguhnya memerlukan bantuan kita kenapa tidak..Karena hal itu pula yang akan terjadi pada kita. Untuk itulah jika kita ringan tangan maka allah akan mengganti semuanya menjadi rizki kita. Doa orang yang sakit sangat mustajabah, tetap berfikir positif dan selamat menjalankan ibadah puasa..Ingatlah Kebaikanmu pada orang lain itu akan menjadi pintu rizki bagi kamu dan keluargamu.Semoga kita masuk sebagai orang-orang yang diberi rizki dalam bentuk yang tidak kita sadari dengan perantara yang tidak kita duga sebelumnya.Amin Amin Amin
Kunci sederhana seseorang bisa hidup santai dan tidak ngoyo, sedangkan segala kebutuhan hidup dapat tercukupi dengan baik terletak pada rasa syukur terhadap setiap pencapaian yang telah berhasil. Dengan bersyukur, maka dapat mencegah sikap ambisius yang menyala-nyala. Mungkin ambisi untuk mencapai apa yang diinginkan tetap ada. Namun jika telah dilandasi dengan perasaan cukup dan syukur. Maka kita cenderung akan menghindari cara-cara yang tidak terpuji. Sehingga setiap apa yang kita peroleh menjadi rezeki yang penuh berkah.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar