Hari raya Idul Fitri adalah hal yang sangat sakral dan ditunggu oleh semua umat islam yang ada di dunia ini mulai dari anak-anak sampai orang tua. Setelah menjalani perjuangan yang panjang penuh keikhlasan maka akan tiba pada satu titik yaitu titik kemenangan. Sebelum mencapai titik kemenangan banyak kegiatan yang harus dilalui untuk menuju titik kemenangan. Bisa kita lihat selama bulan ramadhan banyak hal positif yang dapat kita lakukan mulai dari Ibadah sholat sunat taraweh di mlam hari sebanyak 23 rokaat. Setelah taraweh maka melakukan rutinitas tadarus Al-Qur'an. Saat tadarus Al-Qur'an ini merupakan hal yang ditunggu-tunggu, anak muda yang biasanya di malam hari duduk -duduk diluar rumah untuk ngobrol maka ini saatnya untuk berbondong-bondong meraih pahala.
Ada yang rela melakukan tadarus secara bergilir sehingga 5 hari saja sudah bisa hatam 30 juz, namun kadang-kadang ada yang desanya membatasi tadarus dilakukan sampai pukul 12 malam saja. Dikawatirkan apabila lebih dari jam 12 malam maka akan menganggu tetangga yang sedang istirahat dikarenakan aktivitasnya yang sudah padat seharian. Tak kalah pentingnya dan menjadi kebiasaan msyarakat sekitar adalah saat ppara pemuda tadarus maka para tetangga akan berlomba-lomba membawakan sajian ke musolla, dengan harapan walaupun tidak ikut mengaji tapi dengan menyumbangkan makanan secara iklas maka secara tidak langsung masyarakat yang peduli akan pemuda yang melakukan tadarus akan mendapatkan pahala yang sama dengan yang membaca Al-Qu'an, maka tak sedikit mereka yang mau memberi dan mengantar makanan ke musolla. Makanan yang dibawa ke musollapun beragam bentuknya ada yang berupa takjil, kolak, gorengan, roti, buah dan kue-kue persiapan lebaran, ada juga kue basah yang jadi favorit makanan di desa. Dengan danya camilan akan menumbuhkan rasa tidak ngantuk juga makin mempererat tali silaturahmi antar masyarakat. Beginilah suasana mengaji pada malam hari di bulan ramadhan.
Kalau tadarus dilakukan dengan tumakninah maka akan banyak hal yang bisa kita petik selain pahala,kenapa tidak karena mau tidak mau maka semua orang akan berebut untuk membacanya, selain pahalanya yang berlipat ganda juga hati akan menjadi tenang. Manfaat tadarus Al-Quran sebagai berikut:KLIK DISINI
Setiap keluarga akan melakukan hal yang terbaik untuk keluarganya Ibadah puasa sampai pada tahap lebaran merupakan proses yang panjang. Setelah menahan lapar dan dahaga serta hawa nafsu maka semua keluarga nantinya akan di pertemukan dengan keluarga yang lain yang masih termasuk sanak famili. Untuk mengiringi pertemuan dan silaturahmi tak jarang dari kita akan menyuguhkan makanan dan kue-kue khas lebaran mulai dari membuat minuman dengan macam-macam rasa, ada permen macam-macam permen, ada kerupuk dengan macam-macam kerupuk. Ada macam-macam kue lebaran yang bisa disuguhkan di depan tamu nantinya. Kue-kuepun beragam bentuk dan rasanya, sesuai selera yang akan membuatnya atau membelinya di pasar dan toko kue. Idul Fitri adalah hal yang dapat dikatakan panennya penjual kue dan penjual baju. Kue-kue pilihanpun banyak ditawarkan di pasaran, ada yang namanya kue satru, kue ini dibuat dari kacang hijau yang dihaluskan lalu dijemur, ada madu mongso kue yang dibuat dengan bahan tapai ketan dan di jenang di ats wajan. Ada kue yang namanya nastar ini kue favorit yang empuk yang di dalamnya ada selai manis. Ada kue pastel, bidaran, ladran, ceriping pisang dan lain-lain banyak dijual di mana-mana. ada yang memilih untuk membuat sendiri kuenya maka mau tidak mau mereka harus lembur untuk membuat kuenya. Karena semakin banyak jumlah kuenya maka semakin banyak juga waktu yang dibutukan untuk membuat kue.
Setelah kue lebaran menjadi pilihan dan dimasukkan ke dalam toples yang juga penuh warna warni maka sekarang saatnya keluarga memilih baju yang bagus dan indah dengan model yang baru dan pas saat dipakai. Memasuki bulan ramadhan minggu ke tiga maka musolla semakin sepi dikarenakan para jama'ah banyak yang pindah menuju swalayan untuk memilih baju untuk lebaran. Ada yang suka membeli di pasar ada yang suka di mall semua dilakukan untuk membahagiakan keluarga . Demi mendapatkan baju yang terbaik maka harus merogoh kantong lebih dalam lagi karena harga menentukan kualitas. Sehingga karena selera orang yang selalu berubah maka desainer baju selalu harus melakukan inovasi yang baru dan bermutu. Baju-baju yang disajikan di luar pun sangat beragam mulai dari yang berbahan jeans, kain katun, bruklat, tile. Modelpun beragam ada yang jubah, ada yag baju bebas, ada yang muslimah dan lain-lain.
Setelah pemilihan baju selesai maka tibalah pada penutupan dari hari raya yaitu adalah lebaran ketupat dan lontong dan dibawa ke pantai bersama-sama dengan keluarga setelah di doakan bersama-sama di musolla. Sudah tradisi sepanjang tahun tak terasa lengkap apabila pada akir lebaran akan dibutkan makanan ketupat dimana beras dimasukkan dalam janur , janur adalah daun dari kelapa yang bagian pucuk terus diisi beras di dalamnya, di masukkan air yg mendidih selama 4 jam agar benar-benar masak. Sambil bermaaf-maafan dari satu rumah ke rumah yang lain, dimana jalan-jalan dipenuhi orang yang mau silaturahim, lalu ada kue di atas meja dan dengan mengenakan baju yang indah. Untuk anak kecil ini adalah hal yang ditunggu karena masing-masing anak akan dapat angpao dengan jumlah yang tidak sama. Dan ini dapat dikatakan sebagai suatu ibadah yaitu sedekah pada anak kecil. Apapun yang kita lakukan di bulan Ramadhan dan Idul Fitri semoga menjadi ladang ibadah buat kita kepada Allah SWT. Semoga kita semua dipertemukan pada Ramadhan tahun 2018 mendatang. Amin Amin Yarobbal Alamin.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar