Sudah manjadi tuntutan Zaman dimana rasio siswa menjadi tolak ukur dari lembaga tersebut tetap exis atau malah harus gulung tikar. Tak banyak dari hal rasio ini harus legowo bahwa tunjangan profesi guru harus tidak cair, mau atau tidak sudah ada dalam juknis TPG 2017.baca di
Dengan adanya juknis ini maka membuat para guru juga madrasah semakin semangat dalam pencarian siswa tak gencar dari mereka ada yang dari kota turun ke desa. Sekolah atau madrasah yang awalnya duduk manis menunggu siswa mendaftar, kini sebaliknya mereka harus melakukan hal-hal di bwah ini:
1. Melakukan sosialisasi ke sekolah dan madrasah pada jenjang yang ada di bawahnya, mereka akan berbondong-bondong membagi tugas untuk melakukan pengenalan secara langsung. Terkadang dari sekolah membawa anggota osis agar lebih dipercaya oleh siswa yang menjadi tujuan sosialisasi. Untuk lebih meyakinkan pada calon siswa tak jarang dari sekolah saat melakukan sosialisasi mereka membawa kabel oloran sendiri untuk menampilkan projector dalam memaparkan visi dan misi dari sekolah yang bersangkutan. Karena di sekolah tujuan tidak ada kalender ada juga sekolah yang melakukan sosialisasi membagikan kalender-kalender secara gratis. Ketika salah satu siswa ditanya..kamu mau sekolah dimana maka siswa tersebut akan menjawab ke sekolah yang bermutu dan gratis. Maka saya sebagai penulis pastinya akan tertawa mendengar jawaban dari salah satu calon siswa. Ini pertanyaan yang menggelitik, jaman sekarang masih ada saja orang tua yang kolot yang hanya mau menyekolahkan siswanya pada sekolah yang gratis saja. Bukankah sudah jelas bahwa..http://haditstarbawielghazy.blogspot.co.id/2015/10/kewajiban-orang-tua-terhadap-anak.html...Maka dari itu lebih baik kita sekolah pada lembaga yang menarik biaya asalkan bermutu, amin.
2.Membuat brosur, baner, baliho atau yang sejenisnya. Dengan menampilkan gambar-gambar yang dapat mendukung kegiatan-kegiatan di sekolah yang bersangkutan.Bentuk dan besar balehopun berbeda-beda antara yang sekolah yang satu dengan yang lain. Sekolah yang ingin menonjolkan semua kegiatannya selama 1 tahun terakir cenderung memakai ukuran 3x4 m, seperti yang terjadi di sekolahku..baner yang dibuat lumayan besar.
3. Mengadakan kegiatan atau event yang sekiranya disukai oleh siswa dan masyarakat secara umum entah karena hoby atau mungkin karena hadiah yang menggiurkan. Dalam hal ini ada yang mengadakan lomba-lomba berhadiah seperti olympiade, drumband massal, bola volly, sepak bola dan lain-lain yang menarik para calon siswa baru.
4. Mengadakan perpisahan besar-besaran dengan menggandeng grup band ternama yang ada didaerah lain dengan tujuan agar siswa menjadi senang dan merasa yakin bahwa sekolah yang mampu menghadirkan and ternama adalah sekolah yang bonafit.
5.Memberi bantuan gratis selama belajar di sekolah yang bersangkutan dengan harapan orang tua hanya fokus pada belajar dari anaknya. Ini pada zaman 1995 tidak ada yang namanya SD gratis, buktinya masih ada SPP Rp.750,00. Makanya jika dibandingkan zaman dahulu dengan sekarang lebih murah biaya pendidikan zaman sekarang karena jenjang mi, mts rata-rata yang swasta gratis mengingat rasio diatas.
6. Mencari para kyai terkenal agar memberi doa khusus dan amalan yang bisa dilakukan setiap saat. Pada dasarnya doa yang mustajabah adalah doa dari gurunya sendiri akan tetapi orang tidak begitu yakin, justru lebih percaya pada orang lain. Tak salah bila banyak guru-guru yang berbondong-bondong ke kyai. Sebenarnya ini bagus karena guru-guru makin rajin ibadahnya, namun disisi lain dapat menciptakan kemusyrikan tapi semua kembali pada yang menjalani, semua hanya lantara Allah lah penentu segalanya.i
7. Door to door
Kalau dulu ini dilakukan oleh sales untuk menjual barang dan produk kalau zaman sekarang ini dilakukan untuk menjual visi dan misi sekolah, tak jarang kita temui guru berseragam disawah-sawah, di desa-desa, di pasar bahkan ada yang dipegunungan. Untuk apa ini dilakukan demi mendapatkan siswa yang sangat menjadi target utama dalam dalam dunia pendidikan.
Dibulan Ramadhan ini adalah bulan yang penuh maghfiroh, penuh ampunan, maka tak kalah penting kita sebagai muslimin juga sebagai pendidik harus berusaha semaksimal mungkin sambil berdo'a pada Allah SWT. Dengan harapan do'a kita terkabul agar siswa kita memenuhi rasio seperti tahun-tahun sebelumnya sehingga ibadah jadi khusyuk tanpa memikirkan berapa jumlah siswa yang di dapat. Siswa juga rizki yang tiada terkira Allah penentu segala keputusan hanya dengan berserah diri kepada-Nya kita bisa tenang dalam menjalani kehidupan ini. Dikejarpun takkan dapat,ibarat mencari rizki maka mencarri siian dari kebaikanswa juga seperti mencari rizki, kita tidak boleh putus asa. Kemanapun kaki melangkah ikuti saja, ingatlah appaun yang kita lakukan sekecil apapun Allah yang akan membalasnya dengan balasan yang setimpal, so ayo kita berlomba-lomba mencari siswa karena bagian dari ibadah.
Sebelum kita terjun alangkah baiknya kalu kita menyiapakan list dan daftar apa saja yang harus kita catat sebagai acuan sebelum kita melakukan gerilya, antara lain:
1. calon siswa kita dari daerah mana saja?
2. Calon siswa kita dari tingkatan ekonomi mana saja?
3. Calon siswa Dari wilayah mana saja siswa datang?
4. Calon siswa Dari sekolah mana saja siswa berasal?
5.Siapa saja orang yang membawa siswa ke sekolah kita?
6. Calon siswa Berapa persenkah siswa yang datang adanya sosialisasi langsung ?
7. Calon siswa Berapa persenkah siswa yang datng lantaran membaca baliho atau banner?
8.Alasan-alasan apa saja yang dikemukakan siswa sehingga masuk dan daftar di sekolah kita?
9. Apa saja yang dikeluhkan siswa, orang tua siswa terkait dengan pelayanan sekolah?
10. Apa saja yang diinginkan siswa dan orangtua siswa terkait dengan pelayanan sekolah?
11. Program sekolah apa saja yang sekiranya dapat disenangi siswa?
12. Ada berapa sekolah yang ada di dekat anda?
13. Sekolah mana sajakah yang menjadi pesaing dengan begrond yang sama?
14.Apa penyebab sekolah pesaing lebih banyak diminati siswa?
15 . Apa kelebihan sekolah lain ?
16.Program unggulan apa saja yang ada di sekolah lain?
17. Mau gratis sampai lulus atau gratis pada bagian tertentu saja? Itu sebagian kecil list yang bisa kita susun sebelum menyusun program PPDB, namun bisa lebih dari itu teragntung kebutuhan sekolah. Dengan adanya list tersebut kita tidak akan keluar dari rel tujuan awal kita yaitu amal makruf nahi munkar, dan tetap menegepankan mutu sekolah. Semoga tujuan kita tercapai jika diniat dengan ibadah. Ayo semangat.......








Bagus bget bun.. Ijin share ya bun.. Semoga saya dan guru2 saya lbh semangat dlm mendidik anak anak.. Biar g kena rasio..
BalasHapushehe ya bu fida terima kasih atas kunjuungannya d blog saya...
HapusSalam kenal bu iis...saya satu yayasan sama bu fida....
BalasHapusAlhamdulillah..terima ksh p rahmat..sdh brkunjung dan komen di blog saya...
BalasHapus